Selasa, 19 April 2016

Spesies Native, Asli, Exotic Dan Invasif



Spesies Native, Asli, Exotic Dan Invasif
Hutan Indonesia merupakan salah satu hutan dengan keanekaragaman flora dan fauna tertinggi di dunia. Peningkatan jumlah penduduk dan kebutuhannya memberikan tekanan bagi lingkungan dan sumber dayanya.  Alih fungsi lahan dan kerusakan alam lainnya menjadi penyebab terjadinya degradasi lahan dan kepunahan jenis tanaman ataupun hewan. Masuknya jenis lain dari luar yang bersifat invasif dan menjadi kompetitor bagi tanaman asli, dapat menjadi faktor pendorong terjadinya kepunahan.
Spesies asli atau native atau indegenous adalah spesies yang menjadi penduduk suatu wilayah atau ekosistem secara alami tanpa campur tangan manusia. Contohnya adalah tanaman Shorea balangeran adalah tanaman asli habitat rawa gambut. Jenis ini tumbuh secara alami di lahan gambut tipis sampai dalam, meliputi daerah penyebaran Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat (Martawijaya et al., 1989).
Spesies exotic adalah spesies yang dibawa oleh manusia ke tempat yang bukan menjadi ekosistem aslinya.  Contohnya adalah tanaman jati (Tectona grandis) adalah tanaman asli Burma, India, Muangthai dan Laos. Jati menjadi tanaman exotic apabila ditanam di Indonesia.

Spesies invasif adalah spesies yaang bukkan spesies asli tempat tersebut  (hewan atau tumbuhan) yang secara luas mempengaruhi habitat yang mereka invasi. Invasi terjadi karena suatu kompetisi dengan spesies lain untuk mendapatkan sumber daya sebanyak-banyaknya sehingga salah satu caranya adalah dengan tumbuh dan berkembang baik secepat mungkin.
Faktor-faktor yaang mempengaruhi kecepatan invasi suatu spesies adalah :
1.      Kemampuan bereproduksi baik secara seksual maupun aseksual,
2.      Kecepatan tumbuh,
3.      Kecepatan bereproduksi,
4.      Kemampuan menyebar yang tinggi,
5.      Fenotip yang elastis, mampu mengubah bentuk tergantung kondisi lingkungan,
6.      Toleransi terhadap berbagai keadaan lingkungan,
7.      Hubngannya dengan manusia.

Contoh spesies yang invasif di indonesia spesies Acacia nilotica yang merupakan spesies asli Afrika yang awalnya diintoduksi untuk pengihjauan.  Sifatnya yang invasif menjadikan pertumbuhannya tak terkendali di Taman Nasional Baluran yang mengakibatkan habitat banteng mengecil.
Dilihat dari terminologi diatas, merupakan jenis asli rawa gambut. S.balangeran merupakan spesies terancam punah. Menurut situs IUCN spesies ini masuk kedalam kategori kritis (critically endangered) atau peluang untuk punah sebesar 50% dalam jangka waktu 10 tahun atau 3 generasi.
Penyebab yang mengakibatkan tanaman ini menjaadi rawan punahan adalah :
1.      Degradasi lahan dan kerusakan hutan akibat pembukaan kanopi hutan, penurunan dan pengatusan air sertaa kebakaran hutan (Lazuardi, 2008)
2.      Kegiatan rehabilitasi yang sulit dilakukan karena terjadi kebakaran setiap tahun (Nuyim, 2000)



DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2015. “The IUCN Red List of Threarened Species”. http://www.iucnredlist.org/details/33103/0. (diakses April 2016)
Lazuardi. D. (2004). Teknik Rehabilitasi Hutan Rawa Gambut. Dalam Buku Budidaya Shorea balangeran. (2012), Balai Penelitian Kehutanan. Banjarbaru.
Martawijaya A., I. Kartasujana, Y.I. Mandang, S.A. Prawira dan K. Kadir. 1989. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Badan Litbang Kehutanan, Bogor.
Nuyim, T. (2000). Whole Aspec on Nature and Management of Peat Swamp Forest Thailand Dalam Buku Budidaya Shorea balangeran. (2012), Balai Penelitian Kehutanan. Banjarbaru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar